Reportase | Last But Not Least
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Reportase. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 Januari 2015

Reportase Razia Anjal dan Gepeng di Depok

Dalam rangka menyambut tahun baru dan penegakan Perda Kota Depok No.16 Tahun 2012 tentang Pembinaan dan Pengawasan Ketertiban Umum, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan melakukan penjaringan anak jalanan (anjal) dan gembel pengemis (gepeng) di beberapa titik di Kota Depok terutama di jalan-jalan protoko diantaranya di Lampu Merah Juanda 1, Lampu Merah Juanda 2, di lampu merah Pertigaan Ramanda, Lampu Merah Apotik, di Jalan Simpangan dan Cinere.

''Aksi para anjal dan gepeng di Kota Depok kian meresahkan dan mengganggu para pengguna jalan. Tidak hanya pengendara bermobil, tetapi mereka juga menyasar pengguna motor,'' ujar Nina Suzana, Kepala Satpol PP Pemkot Depok di balaikota Depok, Jawa Barat, Senin (29/12).

Nina mengatakan, operasi penjaringan ini akan dilakukan mulai dari Senin 29-31 Desember 2014. ''Artinya, mulai Senin (29/12) pihaknya akan mengerahan tim gabungan, yang terdiri dari satpol PP Pemkot Depok dan satpol pp Kecamatan, mengingat tidak semua lokasi dapat di jangkau. Namun tidak semua wilayah dapat dijangkau, maka dari itu kita kerahkan juga Satpol PP di Kecamatan untuk menjangkau pelosok-pelosok,'' tutur Nina.

Diutarakan Nina, Anjal dan gepeng yang terjaring nantinya, di minta untuk membuat pernyataan untuk tidak akan mengulangi kembali perbuatannya karena mengganggu ketertiban umum. Selain membuat surat pernyataan, Anjal dan Gepeng yang terjaring akan diserahkan kepada Dinas Tenaga Kerja dan Sosial (Disnakersos) Pemkot Depok untuk di bina agar tidak kembali lagi ke jalanan.


Sumber: nasional.republika.co.id

Reportase Banjir di Kabupaten Bandung






Banjir Kecamatan Baleendah
Banjir Kecamatan Dayeuhkolot
Curah hujan yang tinggi dan turun terus menerus membuat sungai Citarum meluap sehingga mengakibatkan banjir di kawasan sekitar sungai ini yaitu tepatnya di Kecamatan Baleendah dan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung.

Banjir terjadi mulai sejak hari Jumat (19/12) malam. Kelurahan Andir dan Baleendah di Kecamatan Baleendah dan Kelurahan Bojong Asih dan Cibodas merupakan kawasan yang terkena banjir dan yang paling parah yaitu di kawasan di Kelurahan Muara. Dan di kawasan itu pula terjadi pemadaman listrik selama empat hari sejak Minggu (21/12) sampai Rabu (24/12).

Banjir luapan sungai Citarum juga mengakibatkan jalan raya Banjaran di kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah sehingga jalur dipindahkan ke jalur alternatif karena jalan tidak bisa dilintasi oleh kendaraan kecil. Akibatnya arus kendaraan menjadi sangat padat dan menyebabkan macet yang panjang di jalur alternative kendaraan. Tidak sedikit kendaraan yang kendaraannya mati karena sengaja menerobos banjir. Warga sekitar menggunakan perahu dayung untuk bepergian untuk berangkat bekerja.

Banjir disebabkan akibat curah hujan yang tinggi dan banyaknya aliran sungai yang terhambat akibat sampah sehingga aliran sungai tidak lancar dan akhirnya meluap. Ribuan rumah terendam banjir, maka dari itu banyak warga yang mengungsi di tenda dan posko pengungsian yang dibuat oleh PMI dan BPBD Kabupaten Bandung di GOR Baleendah dan tempat yang aman tidak terkena banjir.

Banjir pun perlahan mulai surut sejak hari Senin (29/12) dan surut total pada hari Selasa (30/12). Warga pun sudah memulai kembali dari posko pengungsian membersihkan rumah dan jalan sekitarnya dan memulai aktivitas seperti biasa.
 

Last But Not Least Template by Ipietoon Cute Blog Design